May 6, 2008

Sudah sadar tapi enggan

Saya sebagai pelajar cukup prihatin karena ada konsep pembelajaran yang kurang pas. Bahkan pembelajaran dibidang Teknologi Informasi sedikit pun tidak pernah menyentuh konsep yang sangat efektif seperti Open Source.

Pengalaman saya belajar selama ini pada bidang TI khususnya disekolah saya, saya hanya dikenalkan pada sebuah teori dimana teori itu hanya menjelaskan sebuah pengertian dan pengertian yang panjang lebar itupun hilang beberapa menit setelah saya membaca. Memang begitu rumitnya orang membuat sebuah bahasa untuk sebuah pengertian sampai-sampai yang membaca pun lupa apa tadi yang telah ia baca.

Setelah saya buktikan bukannya mereka belum sadar mengenai keunggulan konsep Open Source tapi bingung ingin memulainya darimana. Apakah dari pengertian-pengertian konsep? Ataukah mereka harus jelaskan sebuah Source Code?.

Kalau diajukan beberapa pertanyaan.
Tanya : Sistem operasi apa yang stabil dan yang bagus?
Jawab : oh ya tentu Linux.

Tanya : Kenapa Linux?
Jawab : Karena Linux dikembangkan dengan konsep Open Source.

Tanya : Berarti semua yang dikembangkan dengan konsep Open Source itu stabil dan bagus?
Jawab : Ya, karena dikembangkan oleh komunitas seluruh dunia.

Tanya : Berarti semua komputer disini menggunakan Perangkat Lunak Open Source dong pak?
Jawab : Ngak juga mas, cuman diserver doank kok mas. (huek,huek)

Tanya : pak ngomong-ngomong Linux itu apa ya?
Jawab : Linux itu ya, Fedora, Ubuntu, Debian, dll (Glodak…)

Inilah yang membuktikan bahwa mereka itu sebenarnya sadar tapi enggan untuk memulai, walaupun salah mengartikan Linux sebagai distro tetapi paling tidak kan mereka mengerti contoh Linux. Dan juga seolah-olah perangkat lunak yang menggunakan konsep Open Source itu hanya digunakan untuk sebuah server yang harus menyala 24 non stop. Itu merupakan tanggapan yang salah kaprah, sebagai contoh komputer saya menggunakan perangkat lunak berbasis Open Source untuk kebutuhan desktop komputing walaupun hanya menyala 15 Jam stop.

Ada hal lagi yang mengganjal selama saya belajar, ada pelajaran yang intinya adalah belajar bagaimana merancang dan membuat sebuah web, biasa disebut Web Development ato apalah!. Jadi siswa dituntut untuk bisa membangun sebuah website lengkap dengan databasenya, walaupun itu web 1.0.

Intinya yang mengganjal hati saya adalah siswa tidak diajarkan untuk menghafal dan memahami syntax tetapi siswa hanya diganjal sebuah perangkat lunak tertentu yang membuat siswa itu malas untuk berfikir. Sebenarnya sih ngak papa menggunakan perangkat lunak bantu, tetapi paling tidak kan kita paham dulu konsep pemrogramannya. Selain itu kita juga ada pelajaran tambahan, ya pelajaran tambahan, pelajaran bagaimana kita mengcrack sebuah perangkat lunak. Ampun, nekat emang ya, 5 Ruangan Laboratorium Komputer berisi 1 Lisensi semua, itupun lisensinya rental. WPL (Wahana Public License) Lisensi yang sudah mendarah mendaging dijogja. :D

Jadi bagaimana? haruskan Pemerintah menutup semua rental CD Bajakan? atau melakukan Swepping ke semua Sekolah?

NB:
Sedikit sharing tentang peralatan yang selalu saya bawa ketika Praktek diLab, pertama Flashdisk, Handphone, dan Kabel data. Pasti anda sudah bisa menebakkan?
1. Boot lewat Flashdisk
2. Colokin Handphone
3. Dialup deh :D
4. Cuekin temen yang selalu ngeluh koneksi :P
5. Ketawa sepuasnya

January 16, 2008

Orang …

Orang Bodoh kalah dengan orang Ulet, Orang Ulet kalah dengan orang Cerdas, Orang Cerdas masih kalah dengan Orang Beruntung.

Pertanyaan: orang Cerdas kalah dengan siapa?
Jawab: Orang Cerdas masih kalah dengan Orang UTAN. :D

=============================================================
Perhatian: Tidak bermaksud untuk melcehkan untuk kepentingan hiburan semata :D

January 7, 2008

Kata Bijak

Pikiran cerdas membicarakan Ide-ide, Pikiran rata-rata membicarakan kejadian-kejadian, Pikiran kosong membicarakan orang lain.

Pertanyaan: trus klo semuanya ada gimana?

Jawab:

December 17, 2007

Hebat Pinguin jadi menu baru didapur …

Meskipun kita suka mengoprek OS Linux, kita juga suka ngoprek dapur Embarassed

Nama-nama yang kita pilih berkaitan dengan bumbu dapur Wink

Begitulah slogan yang saya ambil dari situs aslinya KLUWEK (KELOMPOK LINUX CEWEK), KLUWEK yang satu ini adalah Kelompok Linux Cewek Indonesia.

December 15, 2007

Background untuk panel Xfce4

Sampai saat ini konfigurasi panel xfce tidak menyediakan sebuah opsi untuk mengganti warna pada panel dengan sebuah file gambar atau background. Hal ini membuat sedikit kekecewaan kepada pengguna xfce seperti saya, padahal dibandingkan dengan Desktop yang lain seperti GNOME hal ini bisa dilakukan dengan konfigurasi biasa. Tapi tenang saja hal ini bisa diakali dengan menkonfigurasinya langsung melalui “gtkrc” yang ada pada theme. Hal ini bisa dilakukan pada Desktop yang gtk based, karena saya melihat kesamaan konfigurasi theme yang ada pada Xfce dan pada Gnome. Langsung saja file “gtkrc” terletak pada theme yang terletak di bawah ini.
Read the rest of this entry »