Sudah sadar tapi enggan

Saya sebagai pelajar cukup prihatin karena ada konsep pembelajaran yang kurang pas. Bahkan pembelajaran dibidang Teknologi Informasi sedikit pun tidak pernah menyentuh konsep yang sangat efektif seperti Open Source.

Pengalaman saya belajar selama ini pada bidang TI khususnya disekolah saya, saya hanya dikenalkan pada sebuah teori dimana teori itu hanya menjelaskan sebuah pengertian dan pengertian yang panjang lebar itupun hilang beberapa menit setelah saya membaca. Memang begitu rumitnya orang membuat sebuah bahasa untuk sebuah pengertian sampai-sampai yang membaca pun lupa apa tadi yang telah ia baca.

Setelah saya buktikan bukannya mereka belum sadar mengenai keunggulan konsep Open Source tapi bingung ingin memulainya darimana. Apakah dari pengertian-pengertian konsep? Ataukah mereka harus jelaskan sebuah Source Code?.

Kalau diajukan beberapa pertanyaan.
Tanya : Sistem operasi apa yang stabil dan yang bagus?
Jawab : oh ya tentu Linux.

Tanya : Kenapa Linux?
Jawab : Karena Linux dikembangkan dengan konsep Open Source.

Tanya : Berarti semua yang dikembangkan dengan konsep Open Source itu stabil dan bagus?
Jawab : Ya, karena dikembangkan oleh komunitas seluruh dunia.

Tanya : Berarti semua komputer disini menggunakan Perangkat Lunak Open Source dong pak?
Jawab : Ngak juga mas, cuman diserver doank kok mas. (huek,huek)

Tanya : pak ngomong-ngomong Linux itu apa ya?
Jawab : Linux itu ya, Fedora, Ubuntu, Debian, dll (Glodak…)

Inilah yang membuktikan bahwa mereka itu sebenarnya sadar tapi enggan untuk memulai, walaupun salah mengartikan Linux sebagai distro tetapi paling tidak kan mereka mengerti contoh Linux. Dan juga seolah-olah perangkat lunak yang menggunakan konsep Open Source itu hanya digunakan untuk sebuah server yang harus menyala 24 non stop. Itu merupakan tanggapan yang salah kaprah, sebagai contoh komputer saya menggunakan perangkat lunak berbasis Open Source untuk kebutuhan desktop komputing walaupun hanya menyala 15 Jam stop.

Ada hal lagi yang mengganjal selama saya belajar, ada pelajaran yang intinya adalah belajar bagaimana merancang dan membuat sebuah web, biasa disebut Web Development ato apalah!. Jadi siswa dituntut untuk bisa membangun sebuah website lengkap dengan databasenya, walaupun itu web 1.0.

Intinya yang mengganjal hati saya adalah siswa tidak diajarkan untuk menghafal dan memahami syntax tetapi siswa hanya diganjal sebuah perangkat lunak tertentu yang membuat siswa itu malas untuk berfikir. Sebenarnya sih ngak papa menggunakan perangkat lunak bantu, tetapi paling tidak kan kita paham dulu konsep pemrogramannya. Selain itu kita juga ada pelajaran tambahan, ya pelajaran tambahan, pelajaran bagaimana kita mengcrack sebuah perangkat lunak. Ampun, nekat emang ya, 5 Ruangan Laboratorium Komputer berisi 1 Lisensi semua, itupun lisensinya rental. WPL (Wahana Public License) Lisensi yang sudah mendarah mendaging dijogja. :D

Jadi bagaimana? haruskan Pemerintah menutup semua rental CD Bajakan? atau melakukan Swepping ke semua Sekolah?

NB:
Sedikit sharing tentang peralatan yang selalu saya bawa ketika Praktek diLab, pertama Flashdisk, Handphone, dan Kabel data. Pasti anda sudah bisa menebakkan?
1. Boot lewat Flashdisk
2. Colokin Handphone
3. Dialup deh :D
4. Cuekin temen yang selalu ngeluh koneksi :P
5. Ketawa sepuasnya

Kenapa UNAS?

Akhir-akhir ini saya sibuk menyiapkan menghadapi UNAS 2008, wah bikin repot aja. Setelah saya cukup dibingungkan dengan mengejakan Tugas Akhir yang tidak boleh simple dan kini saya dituntut untuk mengikuti UNAS. Tugas Akhir merupakan salah satu syarat untuk mengikuti UNAS, dengan kata lain tidak lulus Tugas Akhir tidak ikut UNAS dan artinya tidak lulus sekolah bukan!. Bukankah SMK dirancang untuk memiliki sebuah keterampilan tertentu?, ini SMK yang perlu diketatkan adalah Tugas Akhir yang menjadi syarat bahwa seorang siswa itu kompeten dengan kompetensinya atau tidak, saya rasa itu cukup mewakili kemampuan siswa.

Untuk bahan pertimbangan, Pelajaran produktif (kejuruan) itu mengusai sekitar 60-70% waktu pembelajaran disekolah, karena pelajaran prakteklah yang paling banyak. Jadi saya lebih menyetujui kepada Ujian Kompetensi (Tugas Akhir tersebut) dari pada UNAS, bukannya saya menyepelekan atau tidak suka dengan pelajaran umum. Tetapi saya disini yang lebih merasakan bahwa UNAS di SMK lah yang menentukan kelulusan bukan dari kompetensi siswa. Walaupun siswa pintar, pandai, bahkan ahli dalam bidangnya tetapi kalau UNAS tidak lulus maka ya tidak lulus. Inilah jadi saya berharap sekolah Kejuruan untuk menentukan kelulusannya berdasarkan kompetensi siswa bukan dari pelajaran umum yang jarang dijamah.

Wahai orang-orang yang diatas sana, pikirkanlah lagi kurikulum untuk sekolah kejuruan.

Ingat sekolah kejuruan itu bukan sekolah umum yang kelulusannya ditentukan oleh pelajaran umum.

Orang …

Orang Bodoh kalah dengan orang Ulet, Orang Ulet kalah dengan orang Cerdas, Orang Cerdas masih kalah dengan Orang Beruntung.

Pertanyaan: orang Cerdas kalah dengan siapa?
Jawab: Orang Cerdas masih kalah dengan Orang UTAN. :D

=============================================================
Perhatian: Tidak bermaksud untuk melcehkan untuk kepentingan hiburan semata :D

Remove menu entry dari system menu

Dengan sebuah menu editor mungkin anda tidak bisa menghilangkan menu sebuah aplikasi yang terdapat didalamnya. Misal kita akan menghilangkan Terminal dari menu, begini cara simplenya.

1. Masuk ke directory /usr/share/applications.

    cd /usr/share/applications
2. Didalam folder ini terdapat banyak file berextensi .desktop, edit file Terminal.desktop

vi Terminal.desktop

3. Replace opsi berikut dengan ini

NoDisplay=true

4. Simpan dan Keluar, maka Terminal di menu akan hilang dan ini berlaku untuk semua file yang berda disana.

Kata Bijak

Pikiran cerdas membicarakan Ide-ide, Pikiran rata-rata membicarakan kejadian-kejadian, Pikiran kosong membicarakan orang lain.

Pertanyaan: trus klo semuanya ada gimana?

Jawab:  Pikiran lemot banyak tanya … :P



Nice job!
You now have 30 lives.
Use them wisely, my friend.

Konami Easter Egg by Adrian3.com