Akhir-akhir ini saya sibuk menyiapkan menghadapi UNAS 2008, wah bikin repot aja. Setelah saya cukup dibingungkan dengan mengejakan Tugas Akhir yang tidak boleh simple dan kini saya dituntut untuk mengikuti UNAS. Tugas Akhir merupakan salah satu syarat untuk mengikuti UNAS, dengan kata lain tidak lulus Tugas Akhir tidak ikut UNAS dan artinya tidak lulus sekolah bukan!. Bukankah SMK dirancang untuk memiliki sebuah keterampilan tertentu?, ini SMK yang perlu diketatkan adalah Tugas Akhir yang menjadi syarat bahwa seorang siswa itu kompeten dengan kompetensinya atau tidak, saya rasa itu cukup mewakili kemampuan siswa.
Untuk bahan pertimbangan, Pelajaran produktif (kejuruan) itu mengusai sekitar 60-70% waktu pembelajaran disekolah, karena pelajaran prakteklah yang paling banyak. Jadi saya lebih menyetujui kepada Ujian Kompetensi (Tugas Akhir tersebut) dari pada UNAS, bukannya saya menyepelekan atau tidak suka dengan pelajaran umum. Tetapi saya disini yang lebih merasakan bahwa UNAS di SMK lah yang menentukan kelulusan bukan dari kompetensi siswa. Walaupun siswa pintar, pandai, bahkan ahli dalam bidangnya tetapi kalau UNAS tidak lulus maka ya tidak lulus. Inilah jadi saya berharap sekolah Kejuruan untuk menentukan kelulusannya berdasarkan kompetensi siswa bukan dari pelajaran umum yang jarang dijamah.
Wahai orang-orang yang diatas sana, pikirkanlah lagi kurikulum untuk sekolah kejuruan.
Ingat sekolah kejuruan itu bukan sekolah umum yang kelulusannya ditentukan oleh pelajaran umum.