April 1, 2009

Tiny Core Linux yang Tiny

Tiny Core Linux is a very small (10 MB) minimal Linux Desktop. Itu merupakan kalimat pertama yang diusung Distribusi Linux ini. Tiny Core Linux menggunakan Kernel 2.6 based, Busybox sebagai pengganti coreutils, TinyX sebagai Xserver versi minimal, Fltk sebagai gui programming, dan Jwm sebagai Desktopya.

Tiny Core berjalan dalam RAM, artinya semua filesystem hasil mounting setelah initproccess di salin ke RAM. Dan alhasil secara performa akan lebih cepat dari pada filesystem yang berada di storage.

Tiny Core Linux Dock

Tiny Core Linux Dock

Selain itu yang unik, ada dock yang bernama wbar dan mirip dock pada OS X. Tiny Core Linux juga memiliki repository TCE/TCZ yang dapat diinstall melalui Apps Browser.

Distro ini dikembangkan Robert Shingledecker beserta Developernya yang lain. Dan yang menjadi perhatian saya adalah Distro ini tidak menggunakan Initramfs sebagai pengantar kernel untuk menggunakan filesystem, tapi justru filesystem dimasukan ke dalam initramfs yang normalnya dikenal sebagai initrd.gz.

Beranjak dari situlah alasan kenapa Distro ini hanya dapat diinstall sebagai “frugal install”, installasi yang hanya mengcopy semua yang ada dalam media bootable ke dalam HD. Artinya tidak diinstall normal layaknya Distro Linux yang lain. Tidak membentuk struktur standar directory pada Linux. Dan juga kenapa slogan Tiny Core “Tiny frugal Linux with Extensions”.

Tiny Core Linux Menu

Tiny Core Linux Menu

Robert Shingledecker, merupakan Mantan Developer Distro Mini Damm Small Linux (DSL) yang sakit hati, mungkin wawancara Distrowatch.com dengan beliau dapat menjawabnya.

Tulisan ini juga dapat ditemukan di neoteker.or.id

Leave a Reply